Lebah di atas jari

Mengenali Gigitan Serangga: Jenis Umum dan Gejalanya

Gigitan serangga sering terjadi, membingungkan, dan kerap begitu gatal hingga mengganggu tidur malam. Mengetahui cara mengenali berbagai jenis gigitan serangga dari tampilan dan gejalanya membantu Anda memutuskan apakah cukup ditangani di rumah, cukup diawasi, atau perlu segera mencari pertolongan medis. Panduan ini berfokus pada gigitan yang paling sering terjadi dan seperti apa biasanya tampak dan terasa di kulit Anda.

Cara Mendekati Identifikasi Gigitan Serangga

Identifikasi gigitan serangga jarang sekali bisa tepat seratus persen, tetapi pola tertentu dapat menjadi petunjuk kuat. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah di bagian tubuh mana gigitan tersebut, berapa banyak jumlahnya, bagaimana susunannya, dan seberapa cepat gejala muncul. Rincian sederhana ini sering kali menyempitkan kemungkinan dari “apa saja” menjadi beberapa penyebab yang paling mungkin.

Lokasi penting karena banyak serangga lebih menyukai area tubuh tertentu. Kutu busuk kasur umumnya mengisap darah pada kulit yang terbuka seperti lengan, tungkai, leher, dan wajah, sedangkan pinjal lebih sering menggigit sekitar pergelangan kaki dan tungkai bagian bawah. Kutu (caplak) mencari lipatan hangat dan tersembunyi seperti selangkangan, ketiak, dan garis rambut, tempat mereka dapat menempel dan mengisap darah selama berjam-jam hingga berhari-hari. Nyamuk cenderung menggigit permukaan tubuh yang terbuka, terutama di area tempat pakaian jatuh longgar.

Pola gigitan memberikan petunjuk penting lain. Garis atau kelompok gigitan sering mengarah pada kutu busuk kasur atau pinjal, sedangkan lesi tunggal yang terisolasi lebih khas bagi nyamuk, kutu, dan serangga penyengat. Bagian tengah gigitan juga bisa membantu: beberapa gigitan memiliki titik tusukan, lepuh kecil, atau bagian tengah yang tampak lebih pucat dibanding kemerahan di sekelilingnya.

Gejala dari waktu ke waktu sama pentingnya dengan tampilan awal. Gatal ringan dan kemerahan biasanya mereda dalam beberapa hari. Kemerahan yang melebar, demam, atau nyeri berat dapat menandakan infeksi, reaksi alergi, atau penyakit yang ditularkan melalui kutu. Bila ragu, memotret gigitan dengan jelas dan mencatat kapan munculnya akan memberi informasi berharga bagi tenaga kesehatan untuk diagnosis yang lebih cepat dan aman.

Gigitan Umum yang Utamanya Menyebabkan Gatal

Gigitan nyamuk

Gigitan nyamuk termasuk yang paling mudah dikenali, terutama pada cuaca hangat atau di dekat genangan air. Gigitan nyamuk khas tampak sebagai benjolan bulat, lunak, dan bengkak yang berubah menjadi merah muda atau merah dalam hitungan menit hingga jam. Biasanya sangat gatal, terutama pada anak-anak, dan rasa gatal terkuat cenderung terjadi dalam 24 jam pertama sebelum perlahan menghilang dalam dua hingga tiga hari.

Gigitan ini sering tersebar di kulit terbuka seperti lengan, tungkai, dan pergelangan kaki, dan dapat muncul setelah matahari terbenam ketika banyak spesies nyamuk paling aktif. Anda mungkin melihat beberapa benjolan terpisah tanpa pola khusus bila beberapa nyamuk menggigit sekaligus. Bagian tengahnya dapat memiliki titik tusukan sangat kecil, tetapi sering sulit terlihat kecuali diamati dari dekat.

Sebagian besar gigitan nyamuk tetap kecil, namun beberapa orang mengalami reaksi bengkak yang lebih besar, bisa berdiameter beberapa sentimeter. Kemerahan yang tebal dan terasa hangat ini mungkin tampak mengkhawatirkan tetapi sering kali hanya mencerminkan alergi lokal yang kuat, bukan infeksi. Menandai batas kemerahan dengan pulpen membantu Anda melihat apakah menyebar dengan cepat, yang akan lebih perlu diwaspadai. Setiap gigitan nyamuk yang disertai demam, sakit kepala berat, atau nyeri badan setelah bepergian atau saat ada wabah penyakit yang diketahui perlu segera diperiksakan ke dokter.

Gigitan pinjal

Gigitan pinjal sering terjadi di rumah dengan hewan peliharaan, pada karpet yang terinfestasi, dan di area luar ruangan tempat satwa liar beristirahat. Gigitan biasanya tampak sebagai benjolan merah kecil, keras, dengan rasa gatal intens yang sering terasa lebih parah daripada penampilannya. Kulit di sekitarnya dapat tampak agak memerah, dan garukan mudah merusak permukaan kulit sehingga menimbulkan koreng kecil atau titik-titik perdarahan.

Petunjuk utama dalam mengenali gigitan pinjal adalah lokasi. Gigitan biasanya berkelompok di sekitar kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah karena pinjal melompat dari lantai atau permukaan tanah. Gigitan dapat muncul dalam kelompok tiga atau lebih, tetapi tidak seperti kutu busuk kasur, susunannya sering tidak membentuk garis lurus yang jelas. Bila hanya satu orang di rumah yang digigit, namun gigitan terutama berada di bawah lutut, pinjal sebaiknya sangat dipertimbangkan.

Pada kulit yang sensitif, gigitan pinjal dapat berkembang menjadi lepuh kecil, terutama pada anak-anak. Garukan berlebihan dapat memicu masuknya bakteri, sehingga timbul kerak, lelehan cairan, atau kemerahan dan rasa hangat yang menyebar sebagai tanda infeksi. Karena pinjal umum hidup pada hewan, munculnya bintik gatal serupa pada hewan peliharaan atau Anda melihat hewan lebih sering menggaruk merupakan petunjuk kuat yang mengarah pada masalah pinjal.

Gigitan Mengelompok di Sekitar Area Tidur

Gigitan kutu busuk kasur

Gigitan kutu busuk kasur dapat sulit dikenali karena menyerupai banyak kondisi kulit lain. Gigitan kutu busuk klasik berupa benjolan kecil, menonjol, berwarna merah yang mungkin sedikit bengkak atau membentuk lepuh kecil di atasnya. Rasa gatal cenderung sedang hingga berat dan sering memburuk pada malam hari atau pagi hari ketika Anda menyadari adanya tanda baru.

Pola gigitan kutu busuk kasur adalah salah satu petunjuk identifikasi terbaik. Gigitan sering muncul dalam garis atau kelompok rapat, kadang digambarkan sebagai “sarapan, makan siang, dan makan malam” dengan tiga atau lebih gigitan berderet. Gigitan terjadi pada kulit terbuka yang menyentuh kasur, seprai, atau furnitur, seperti lengan, bahu, leher, wajah, punggung atas, dan tungkai. Area yang tertutup rapat seperti di bawah karet celana yang ketat lebih jarang terkena.

Tidak semua orang bereaksi secara tampak terhadap gigitan kutu busuk, sehingga beberapa anggota keluarga dapat memiliki bentol jelas sementara yang lain tampak tidak mengalami apa-apa meski ikut digigit. Dalam beberapa hari, gigitan dapat menggelap atau tetap sebagai bintik merah kecil yang tampak muncul dan menghilang tanpa penyebab yang jelas. Bila Anda rutin bangun dengan kelompok bentol gatal baru dan melihat bintik hitam kecil atau bercak darah pada seprai atau jahitan kasur, kutu busuk sangat mungkin menjadi penyebab dan pemeriksaan profesional biasanya diperlukan.

Gigitan tungau (termasuk tungau rumput/chiggers)

Gigitan tungau kecil namun bisa sangat mengganggu. Tungau rumput di area berumput atau berhutan meninggalkan bentol merah sangat gatal yang mungkin memiliki pusat merah terang atau lepuh kecil. Bentol ini muncul beberapa jam setelah paparan, sering kali di area tempat pakaian menekan ketat, seperti sekitar garis kaus kaki, ikat pinggang, dan belakang lutut.

Berbeda dengan gigitan kutu busuk kasur, gigitan tungau sering muncul setelah aktivitas luar ruangan seperti mendaki, berkebun, atau duduk di tanah. Rasa gatal dapat sangat kuat dan bertahan selama seminggu atau lebih, meski bentolnya sendiri tetap kecil. Garukan dapat menimbulkan koreng dan kadang infeksi sekunder, terutama bila area tidak dijaga tetap bersih.

Tungau lain, termasuk yang berasal dari burung atau hewan pengerat, dapat menyebabkan gigitan gatal tersebar di batang tubuh, lengan, dan leher. Karena tungau sangat kecil dan sulit dilihat, diagnosis sangat bergantung pada pola, waktu, dan lokasi gigitan. Bila beberapa orang di satu tempat tiba-tiba mengalami papul baru yang sangat gatal, terutama setelah kontak dengan tempat tidur atau hewan yang terinfestasi, tungau perlu dipertimbangkan dan lingkungan sebaiknya diperiksa.

Gigitan dan Sengatan yang Mungkin Perlu Perhatian Lebih Cepat

Gigitan kutu (caplak)

Gigitan kutu (caplak) khas karena kutu sering tetap menempel selama berjam-jam. Bila Anda menemukan kutu masih menancap di kulit, itu adalah bentuk identifikasi yang paling jelas. Setelah dilepaskan, biasanya tersisa titik merah kecil atau bengkak ringan di lokasi tersebut yang mungkin terasa gatal atau sedikit nyeri. Reaksi lokal ringan yang ukurannya tidak berubah selama beberapa hari merupakan hal umum dan tidak selalu berbahaya.

Kekhawatiran yang lebih serius adalah ruam yang menyebar atau gejala sistemik yang muncul beberapa hari hingga minggu setelah gigitan. Pada penyakit Lyme, sebagian orang mengalami ruam yang perlahan membesar seperti “mata banteng” yang disebut eritema migrans, dengan bagian tengah yang tampak lebih pucat dan lingkaran merah di luar yang dapat melebar hingga beberapa sentimeter. Tidak semua penyakit yang ditularkan melalui kutu menimbulkan pola ini, dan tidak semua orang mengalami ruam yang tampak, sehingga tidak adanya pola “mata banteng” tidak menyingkirkan penyakit.

Identifikasi gigitan kutu sebaiknya selalu mencakup perkiraan berapa lama kutu menempel, karena risiko penularan infeksi meningkat seiring lamanya durasi. Setiap gigitan kutu yang kemudian diikuti demam, rasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, atau ruam baru yang meluas melampaui area gigitan perlu segera diperiksakan ke tenaga medis. Menyimpan kutu yang dilepas dalam wadah tertutup atau memotretnya dengan jelas dapat membantu tenaga kesehatan menilai risiko dan merencanakan pemeriksaan bila diperlukan.

Sengatan lebah, tawon, dan tabuhan

Sengatan lebah, tawon, dan tabuhan tidak persis seperti “gigitan serangga” biasa, tetapi penting dikenali karena risiko alerginya. Lokasi sengatan biasanya langsung terasa nyeri tajam dan terbakar, kemudian diikuti benjolan merah, keras, dan bengkak yang dapat cukup besar. Bagian tengahnya mungkin menunjukkan titik tusukan kecil, dan lebah madu sering meninggalkan sengat di kulit yang sebaiknya diikis pelan, bukan dicubit.

Sebagian besar sengatan menimbulkan reaksi lokal yang memuncak dalam 24–48 jam, dengan kemerahan dan rasa hangat yang dapat melebar beberapa sentimeter dari titik sengatan. Pada lengan dan tungkai, “reaksi lokal besar” ini dapat tampak dramatis namun tetap merupakan respons kekebalan lokal yang berlebihan, bukan keadaan gawat darurat sistemik. Mengangkat bagian tubuh yang tersengat, kompres dingin, dan obat antihistamin oral biasanya membantu meredakan keluhan.

Gejala yang mengkhawatirkan adalah yang melampaui area sengatan. Biduran di area tubuh yang luas, bengkak pada bibir, lidah, atau kelopak mata, sesak napas, rasa tertekan di dada, atau rasa melayang seperti akan pingsan adalah tanda anafilaksis dan memerlukan pertolongan gawat darurat segera. Saat mencoba membedakan apakah bengkak merah yang nyeri disebabkan sengatan atau infeksi, permulaan gejala yang sangat tiba-tiba setelah kejadian di luar ruangan dan adanya titik tusukan yang jelas merupakan petunjuk kuat ke arah sengatan.

Gigitan laba-laba

Gigitan laba-laba yang sebenarnya lebih jarang daripada yang banyak orang kira, namun pola tertentu dapat membantu membedakannya. Gigitan laba-laba yang tidak berbahaya biasanya menimbulkan satu benjolan merah, bengkak, dan nyeri tekan, sering dengan dua tanda tusukan kecil di tengah yang mungkin sulit dilihat. Gigitan dapat terasa gatal atau agak nyeri dan biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa penyebaran berarti.

Gigitan laba-laba yang lebih mengkhawatirkan, seperti dari spesies yang lebih berbisa, dapat mulai sebagai area merah dan nyeri yang kemudian berkembang menjadi bagian tengah lebih pucat atau berlepuh. Dalam hitungan jam hingga hari, bagian tengah ini dapat menggelap, membentuk kerak atau luka, sementara kulit di sekitarnya tetap merah dan meradang. Nyeri hebat yang tidak sebanding dengan ukuran lesi, atau kerusakan jaringan yang cepat, merupakan alasan untuk segera mencari penilaian medis.

Karena banyak infeksi kulit disalahartikan sebagai gigitan laba-laba, identifikasi perlu mempertimbangkan waktu dan konteks. “Gigitan laba-laba” yang muncul tanpa paparan laba-laba yang jelas, terasa sangat nyeri, hangat, dan cepat membesar sering kali sebenarnya adalah infeksi bakteri. Bila ragu, atau bila timbul demam dan kemerahan yang menyebar, pemeriksaan medis lebih aman daripada berasumsi bahwa laba-laba adalah penyebabnya.

Kesimpulan

Identifikasi gigitan serangga yang tepat bergantung pada penggabungan antara bagaimana tampilan gigitan, di mana lokasinya pada tubuh, dan bagaimana gejalanya berubah dari waktu ke waktu. Mengenali pola khas gigitan nyamuk, pinjal, kutu busuk kasur, tungau, kutu, sengatan serangga, dan gigitan laba-laba membantu Anda memutuskan kapan perawatan di rumah sudah cukup dan kapan harus mencari pertolongan medis. Memotret gigitan sejak awal serta mencatat kapan dan di mana gigitan terjadi dapat sangat membantu untuk diagnosis profesional. Bila gigitan menyebabkan nyeri berat, sesak napas, demam, atau kemerahan yang cepat menyebar, mencari bantuan medis segera lebih penting daripada memastikan secara tepat serangga mana yang menjadi penyebab.

Bagikan dengan

Artikel terkait

Pratinjau Aplikasi Pengenal Serangga di ponsel

Aplikasi pengenal serangga gratis – kenali serangga lewat foto

Kenali serangga dari foto dalam hitungan detik dengan pengenal serangga bertenaga AI. Kenali lebih dari 1.000.000 spesies serangga, kupu-kupu, kumbang, lebah, dan lainnya dengan identifikasi serangga yang cepat dan akurat. Dapatkan nama yang jelas, fakta penting, dan tips keselamatan praktis dalam satu aplikasi yang mudah digunakan. Jelajahi detail seperti habitat dan perilaku, bandingkan spesies yang mirip, dan simpan temuanmu untuk nanti—cocok untuk hiking, berkebun, dan rasa ingin tahu. Tersedia di iOS dan Android.

Unduh di App StoreTemukan di Google Play
Ikon Aplikasi Pengenal Serangga

Pengenal Serangga